Halaman

Senin, 13 Juli 2015

Keutamaan Sholat Dhuha

Sholat Dhuha YUK!!!


Pengertian secara umum

Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. (mulai dari jam 7 sampai jam 11)

“Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,”Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang shalat dhuha‘. Beliau bersabda,?Shalat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi) 

Keutamaan Sholat Dhuha :

Pertama
Orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)

Kedua,
 Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

Ketiga
Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

Keempat
Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).

Kelima
Allah menyukupkan rezekinya. “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).

Keenam
orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).



Bacaan Doa Sholat Dhuha  :

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ


Artinya: “Ya Alloh, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Alloh, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh


semoga bermanfaat.

Manfaat membaca dan mempelajari Al Quran



1. Menjadi Manusia yang Baik

Rosullulah besabda : “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajariAlquran dan yang mengajarkannya" (HR Bukhari).

2. Memberikan Kedamaian dan Ketenangan 

Firmal Allah :
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS.  Ar-Ra’d : 28)

3. Mendapatkan Sakinah, Rahmat, serta Dinaungi para Malaikat

“Tidaklah suatu kaum berkumpul disuatu masjid daripada masjid-masjid Allah, mereka membacaAlquran dan mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenteraman, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka dihadapan makhluk yang ada disisi-Nya."(HR Muslim).  

 4. Mendatangkan Syafa’at pada Hari Kiamat

 “BacalahAlquran ! Sesungguhnya ia pada hari kiamat akan datang memberikan syafa’at kepada pembacanya" ( HR Muslim)

 “Puasa dan al-Qur’an, keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari Kiamat…” (HR. Ahmad dan al-Hakim)

 5. Mendapatkan Pahala yang Banyak

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR Tarmizi).


6. Mendapatkan Derajat yang Lebih Tinggi

“Orang yang ahli dalam Alquran akan bersama dengan para malaikat pencatat yang mulia lagi taat. Dan orang yang terbata-bata membacaAlquran dan dia bersusah payah mempelajarinya, maka baginya dua pahala." (HR Bukhari)

 Dan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:“Dikatakan kepada ahli Al-Qur’an, ‘Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membaca di dunia karena kedudukanmu terletak pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR. At-Tirmidzi)

Al-Khaththabi mengatakan: “Disebutkan dalam atsar bahwa jumlah ayat al-Qur’an adalah sesuai dengan jumlah tingkatan dalam surga. Dikatakan kepada pembaca (al-Qur’an), ‘Naiklah dalam tingkatan sesuai dengan ayat al-Qur’an yang sebelumnya kamu baca (di dunia).’ 

Karena itu siapa yang membaca dengan sempurna seluruhnya al-Qur’an, maka ia menempati tingkatan surga yang paling atas di akhirat. Sedang siapa yang membaca sesuatu juz darinya, maka kenaikannya dalam tingkatan surga sesuai dengan bacaannya itu. Dengan demikian, akhir pahalanya adalah pada akhir bacaannya.

7. Mendapatkan segala kenikmatan yang tiada batasnya


Dari Ibnu `Umar, dari Nabi bersabda : “Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infaqkan sepanjang hari dan malam.” Muttafaqun `Alaihi.

8. Sebagai ladang pahala

 Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah saw : “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan “Alif lam mim” itu satu huruf, tetapi “Alif” itu satu huruf, “Lam” itu satu huruf dan “Mim” itu satu huruf.” H.R. At Tirmidzi dan berkata : “Hadits hasan shahih”.

9. Untuk Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota dan kenikmatan surga

Dari Muadz bin Anas t, bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. ” H.R. Abu Daud.

10. Dipenuhi Rasa Tenang

Orang yang membaca Alquran akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan, disaat orang lain merasakan kesedihan, kecemasan dan rasa pesimis. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayat-Nya yang lembut.

11. Mendapatkan Banyak Nikmat

Asy Syahid Sayyid Quthub mengatakan dalam muqaddimah tafsirnya:
“Hidup dalam naungan Alquran adalah nikmat. Nikmat yang hanya diketahui oleh siapa yang telah merasakannya. Nikmat yang akan menambah usia, memberkahi dan menyucikannya.“ 

12. Membersihkan Penyakit Hati
 

Penyakit hati adalah penyakit yang bersifat batiniyah atau rohaniyah. Contoh penyakit hati seperti, sombong, riya, tamak, dan lain sebagainya. Dengan membaca Alquran, penyakit hati secara perlahan dapat dibersihkan. Hal ini sesuai dengan Hadits Baihaqi dari Abdullah bin Umar, yakni
“Sesungguhnya hati ini (bisa) berkarat sebagaimana besi apabila terkena air."
Seorang sahabat bertanya, bagaimana cara menghilangkan karat tersebut, ya Rasulullah ? Beliau menjawab :
“Perbanyak dzikir dan membaca Alquran.“
DidalamAlquran terdapat beberapa ayat yang menjelaskan bahwa ia bisa menjadi obat penawar penyakit yang ada dalam dada. Yang dimaksud dengan penyakit yang ada dalam dada adalah penyakit hati.

 13. Kecukupan Nikmat

Orang yang membacaAlquran akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah SWT.
 



YANG JADI PERTANYAAN ADALAH :



1.                      APA SEUMUR HIDUP SAMPAI MATI AKU TIDAK BISA MENGHAFAL AL QURAN ?

2.                      APA SEUMUR HIDUP AKU AKAN HIDUP DALAM KETERGANTUNGAN ?


INI MASALAH SERIUS
DAN
DIHADAPI PULA DENGAN SERIUS

Minggu, 12 Juli 2015

Kata-kata mutiara dari Albert Einstein



Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang.


(Einstein)


Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.

(Einstein)


Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang.


(Einstein)

Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya - langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya.

(Einstein)

Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan "rendah hati."


(Einstein)


Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri.

(Einstein)

Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna.

(Einstein)

Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung.

(Einstein)

Kata-kata mutiara para Shahabat Rasul


KATA-KATA HIKMAH

SAYIDINA ABU BAKAR :

1. Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu.

2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan.

3. Dia berkata kepada para sahabat,"Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!"

SAYIDINA UMAR BIN KHATTAB :

1. Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti.

2. Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.

3. Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.

SAYIDINA ALI KARAMALLAHU WAJHAH :

1. Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik
sebagaimana yang Engkau cintai.

2. Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?

3. Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.

4. Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.

UMAR BIN AZIZ :

1. Orang yang bertakwa itu dikekang.

2. Sesungguhnya syubhat itu pada yang halal.

3. Kemaafan yang utama itu adalah ketika berkuasa.


Hadist anjuran berdagang


وَقَالَ صلي الله عليه وسلم : عَلَيْكُمْ بِالتِّجَارَةِ فَإِنَّ فِيْهَا تِسْعَةَ أَعْشَارِ الرِّزْقِ
Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda, "Hendaklah kalian berdagang karena dalam perdagangan terdapat sembilan persepuluh rezeki."

Sabtu, 11 Juli 2015

Takdir 01

Beberapa hadist mengenai takdir manusia sebagai berikut:
Pertama, 
dari Aby Abdurrahman Abdullah bin Mas'ud r.a. beliau berkata: " Rasullullah saw menyampaikan kepada kami dna beliau adalah orang yang paling benar dan dibenarkan: Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan kepadanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagiannya. demi Allah yang tidak ada illah selain-Nya, sesungguhnya salah seorang diantara telah terbiasa melakukan amalah ahli surga hingga jarak antara dirinya dengan surga tinggal sejengkal, namun takdir talah mendahuluninya, maka ia melakukan perbuatan ahli neraka, dan ia pun masuk ke dalam neraka. dan sesungguhnya salah seorang diantara kalian telah terbiasa melakukan perbuatan ahli neraka, hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sejengkal, namun takdir telah mendahuluinya, maka ia pun melakukan perbuatan ahli surga, dan iapun masuk kedalam surga. (riwayat Bukhari dan Muslim)
kedua,
Firman Allah :" Dan, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka."(QS. Al A'raf [7]:172)
Al Qan'abi (Guru Abu Daud) membaca ayat ini kemudian Umar ra menjawab: 'aku pernah mendengar Rasullulah saw juga ditanya denga pertanyaan yang seperti ini. kemudian beliau menjawab: "Sesungguhnya setelah Allah azza wa jalla menciptakan Adam, Allah swt mengusap punggungnya dengan tangan-Nya. maka keluarlah keturunan adam dari punggungnya. kemudian Allah swt berfirman "Aku ciptakan mereka untuk masuk kedalam surga dan mereka akan melakukan perkerjaan-pekerjaan orang yang bakal menjadi penghuni surga. Setelah itu Allah swt mengusap lagi punggunnya dan keluarlah keturunan Adam. kemudian Allah swt berfirman:'Aku ciptakan mereka untuk masuk ke dalam neraka dan mereka akan melakukan pekerjaan-pekerjaan orang yang menjadi penghuni neraka.
setelah itu, ada seorang lelaki bertanya:" Wahai rasullulah, lalu apa gunanya beramal?" Rasullulah saw menjawab, "sesungguhnya jika Allah azza wa jalla menciptakan seorang makhluk yang bakal menjadi penghuni surga, maka Allah swt akan menjadikan nya beramal dengan amalan penghuni surga, hingga dia meninggal dunia dalam kondisi sebagai orang yang melakukan amal perbuatan penghuni surga. dengan demikian ia akan masuk kedalam surga. Ddan jika Allah swt menciptakan seorang hamba yang bakal menghuni neraka maka Allah swt, akan menjadikannya beramal dengan amalan penghuni neraka. kemudian ia meninggal dunia dalam kondisi sebagai orang yang mengerjakan pekerjaan penghuni neraka. dengan sebab itu, maka ia masuk ke dalam neraka".
ketiga,
"Dari Tsaubah ra ia berkata Rasullulah saw bersabda: "Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa' dan tidak dapat menambah umur kecuali kebaikan, dan sesungguhnya seseorang menghalangi rizkinya sendiri sebab dosa yang dia lakukan." (HR Hakim)
Keempat,
Sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah Qalam. Lalu Allah berfirman padanya: "Tulislah" Qalam mengatakan, "Apa yang akan aku tulis?" Allah berfirman. "Tulislah berbagai takdir dari segala sesuatu yang akan terjadi hingga hari kiamat."
Kelima,
Allah telah menuliskan takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR Muslim)
Keenam,
"Sesungguhnya hal yang paling aku khawatirkan atas umatku pada akhir zaman adalah: ahli nujum (paranormal), pendusta terhadap takdir,dan penguasa yang sewenang-wenang".

Jumat, 10 Juli 2015

tentang musibah #1

Dalam surat At Tagabun ayat :11 firman Allah artinya :
"Tidak ada suatu musibah yang  menimpa (seseorang). kecuali dengan izin Allah, dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya petunjuk kepada hatinya. Dan Allha maha mengetahui segala sesuatu."

maka kita jangan menyalahkan musibah yang menimpa kita, karena itu artinya kita menyalahkan Allah yang menciptakan kita. kalau kita diberi petunjuk bukan kepada harta, atau pekerjaan atau lainnya, melainkan kepada hati, karena semua tindakan kita sebagian besar dari hati kita.
moga bermanfaat. 

Inilah Para Penghuni 7 Tingkat Langit

Inilah Para Penghuni 7 Tingkat Langit - Rasulullah SAW adalah nabi terakhir dalam agama islam dan beliau pernah melakukan perjalanan Isra' Mi'raj untuk memenuhi perintah Allah yaitu pelaksaan shalat bagi kaum muslim.

Tidak seperti Nasa yang melakukan perjalanan ke luar angkasa menggunakan pesawat, Rasulullah SAW melakukan perjalanan luar angkasa bahkan menembus langit ke tujuh yang tidak pernah bisa dilakukan oleh Nasa ditemani oleh Malaikat Jibril dengan mengendari Buraq yaitu hewan putih berbadan besar dan panjang yang berkecepatan luar biasa mengalahi teknologi modern saat ini.

Untuk bisa bertemu dengan Allah, Rasulullah harus melewati 7 tingkat langit yang masing-masing di huni oleh beberapa nabi seperti yang dijelaskan dalam Hadist Rasulullah SAW berdasarkan riwayat imam muslim dari Anas bin Malik. 
Inilah Para Penghuni 7 Tingkat Langit
www.pusatgratis.com

 

1. Penghuni Langit Tingkat Pertama 


Pada langit tingkat pertama Rasulullah SAW bertemu dengan bapak dari semua manusia yang hidup di bumi ini, yaitu Nabi Adam AS. Sebelum berangkat menuju langit tingkat kedua, Rasulullah dan Nabi Adam sempat bertegur sapa. Bahkan Nabi Adam mendoakan Rasulullah agar selalu dilimpahkan kebaikan pada setiap urusan beliau. Sambil mengucapkan salam hormat akhirnya Rasulullah meninggalkan Nabi Adam dan melanjutkan perjalanannya untuk bertemu Allah. 

 

2. Penghuni Langit Tingkat Kedua 


Sesampainya di langit tingkat kedua, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan 2 nabi sekaligus, yaitu Nabi Isa dan Nabi Yahya. Sama seperti yang dilakukan oleh Nabi Adam, kedua Nabi itu pun menyapa ramah Rasulullah dan sempat mendoakan beliau agar semua urusan Rasulullah SAW dipermudah oleh Allah. Akhirnya bersama dengan Malaikat Jibril Rasulullah kembali terbang menuju langit tingkat berikutnya.

 

3. Penghuni Langit Tingkat Ketiga 


Pada langit tingkat ketiga ini Rasulullah bertemu dengan manusia tertampan yang diciptakan Allah dimuka bumi ini, siapa lagi kalau bukan Nabi Yusuf. Nabi Yusuf mendoakan Rasullullah dalam kebaikan dan juga memberi sebagian ketampanannya kepada Rasulullah.

 

4. Penghuni Langit Tingkat Keempat 


Nabi Muhammad SAW kembali melanjutkan perjalanan hingga sampai di langit tingkat Keempat, kini Rasulullah kembali bertemu dengan salah satu wali Allah yaitu Nabi Iddris. Nabi Iddris merupakan manusia pertama yang mengenal tulisan dan beliau juga yang berdakwah menghadapi bani Qabil dan Memphis di Mesir agar mereka segera beriman kepada Allah SWT.

Nabi Idris juga memanjatkan doa kepada Allah agar Rasulullah selalu diberi kebaikan dan kemudahan dalam setiap urusan beliau.

 

5. Penghuni Langit Tingkat Kelima 


Sesampainya Rasulullah SAW di langit tingkat kelima, Rasullah SAW dan Malaikat Jibril bertemu dengan Nabi Harun yaitu seorang Nabi yang terkenal dengan kepandaiannya dalam berbicara dan meyakinkan hati orang lain. Beliau juga seorang Nabi yang setia mendapingi saudaranya, yaitu Nabi Musa ketika beliau berdakwah kepada Raja Firaun yang menganggap dirinya sebagai tuhan dan kaum Bani Israil agar mereka mau beriman kepada Allah SWT.

Sama seperti yang dilakukan oleh para Nabi sebelumnya, Nabi Harun juga memanjatkan doa kepada Allah agar dimudahkan semua urusan Rasulullah SAW.

 

6. Penghuni Langit Tingkat Keenam 


Pada langit tingkat keenam, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa. Yaitu seorang nabi yang memiliki jasa yang sangat besar untuk membebaskan Bani Israil dari masa perbudakan dan menuntun mereka menuju jalan kebenaran. Nabi Musa juga manusia yang memiki sifat begitu penyabar dan penyayang ketika beliau menghadapi bebalnya dan bandelnya perilaku Bani Israil.

Nabi Musa yang terkenal dengan sikap penyayangnya itu menyambut Rasullah SAW dengan begitu ramah layaknya seorang saudara yang sudah begitu lama tidak pernah bertemu. Sebelum Rasullah SAW pamit untuk melanjutkan perjalanannya bertemu Allah, Nabi Musa juga mendoakan kebaikan kepada beliau.

 

7. Penghuni Langit Tingkat Ketujuh 


Akhirnya sampailah Rasullah SAW di langit tingkah ketujuh, di langit tingkat terakhir ini beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim AS. Saat itu Nabi Ibrahim tampak sedang bersandar diri ke Baitul Mamuur yaitu suatu tempat yang disediakan Allah SWT untuk semua para malaikatnya.

Setiap harinya, tidak kurang dari 70.000 malaikat akan masuk ke dalamnya. Nabi Ibrahim mengajak Rasullah SAW untuk mampir ke Sidratul Muntaha sebelum beliau bertemu dengan Allah SWT.

Rasulullah SAW menceritakan bentuk fisik dari Sidratul Muntaha tersebut, yaitu berdaun lebar seperti telinga gajah dan memiliki buah mirip tempayan besar. Namun hebatnya, fisik Sidratul Muntaha berubah seketika saat Allah SWT datang. Nabi Muhammad sendiri tidak bisa berkata-kata lagi untuk menggambarkan keindahan bentuk pohon Sidratul Muntaha itu.

Baca juga: Penyakit Langka, Wanita Ini Hidup Layaknya Vampir Sungguhan, Insting Romantis Hewan Yang Membuat Gemas.

Di kepecayaan agama lain, Sidratul Muntaha diartikan sebagai "pohon kehidupan" oleh mereka. Dan di Sidratul Muntaha tersebutlah akhirnya Rasullah SAW berdialog dengan Allah SWT untuk menerima perintah wajib mendirikan salat bagi kaum muslimin. Itulah para penghuni 7 tingkat langit, semoga artikel ini bermanfaat.
 
 
sumber:"http://log.viva.co.id/frame/read/aHR0cDovL3JlYWR0aGlzZmVsbGEuYmxvZ3Nwb3QuY29tLzIwMTUvMDcvcGFyYS1wZW5naHVuaS10dWp1aC03LXRpbmdrYXQtbGFuZ2l0Lmh0bWw="
 

Kamis, 09 Juli 2015

mungkin tentang dunia

dunia ini mungkin sudah banyak kotorannya atau bisa kita bilang terlalu kotor, maka jangan kita tambahi kotorannya lagi lah.
isilah walau sedikit itu dengan kebaikan.
" sampaikanlah dariku walau satu ayat"
so tulis aja walau hanya satu ayat tiap hari.

Surah Al-Qadar (1-5)

1. Sesungguhnya kami telah menurunkannya (AL-Quran) pada malam qadar.
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari pada seribu bulan.
4. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
5. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.