Setiap perbuatan dan gerakan, sekalipun itu hanya kedipan mata dengan isyarat untuk mengejek, menghina atau merendahkan, setiap senyum, tawa, tangisan, rintihan, serta kebohongan, kemunafikan, dan dusta.
Jika kita tidak lagi dekat dengan Allah, berarti kita lagi dekat dengan Setan.(===============================)
Jumat, 25 Desember 2015
Rabu, 23 Desember 2015
hari kiamat
"pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam dalam kubur hanya sesaat. begitulah mereka dulu dipalingkan (dari kebenaran)"
dan orang -orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata: " sungguh, kamu telah berdiam menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. maka inilah hari berbangkit itu, tetapi (dulu) kamu tidak menyakini.
(QS. Ar ruum 55-56)
hikmah:
1. orang berdosa itu selalu berpaling dari kebenaran, mereka bodoh. meski mereka tahu tapi tetap saja mereka tidak mau mengakui...itulah ahli neraka.
2. orang diberi ilmu dan iman. kenapa mesti dua? karena muslim tidak bisa hanya ilmu saja, akan nyasar ilmunya untuk hal yang sia-sia, juga hanya iman akan mudah ditipu oleh orang yang berilmu. maka orang muslim harus punya dua ini ilmu dan iman.
Senin, 21 Desember 2015
sabar
وقال
تعال : واستعينوابالصّبروالصّلاةانّ اللّه مع الصّابرين٠
Allah Ta'ala berfirman :
"Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar." (Al-Baqarah : 153)
sholat secara khusyu
pada ayat pertama al mukminun dijelaskan bahwa sholat harus khusyu, artinya bahwa apapun yang kita kerjakan harus serius dan fokus. kita tidak akan beruntung / sukses selama kita tidak bisa fokus akan sesuatu hal.
maka ayat ini menjelaskan bahwa sholat : kegiatan
khusyu : sifat yang artinya fokus
so, marilah kita kerjakan hal secara fokus.
maka ayat ini menjelaskan bahwa sholat : kegiatan
khusyu : sifat yang artinya fokus
so, marilah kita kerjakan hal secara fokus.
kalo mau sukses syaratnya:
1. sholatnya harus khusyu
artinya kita harun ontime, tahu makna, banyak doa, dan itu melatih kita secara tidak langsung untuk selalu konsen, berharap, dan tahu apa yang dikerjakan.
2. menjauhi hal yang tidak berguna
sekarang kalau kita lihat berita setiap hari lalu yang baik ada, cuman yang kurang berguna lebih banyak.
3. orang yang menunaikan zakat
ini mungkin maknanya orang islahm harus kaya, meski tak sepenuhnya benar namun bagaimana kita zakat kalau untuk makan saja kita masih kurang.
4. orang yang menjaga kemaluannya
diantara 3 diatas menurut saya ini yang paling berat, karena banyak orang yang jatuh karena hal ini
maka biasanya hambatan dari yang mudah kemudian yang paling susah, kalo kita asumsi dengan teori ini maka cobaan manusia yang paling berat adalah menguasai hawa nafsunya, yaitu menjaga kemluannya.
itu.
artinya kita harun ontime, tahu makna, banyak doa, dan itu melatih kita secara tidak langsung untuk selalu konsen, berharap, dan tahu apa yang dikerjakan.
2. menjauhi hal yang tidak berguna
sekarang kalau kita lihat berita setiap hari lalu yang baik ada, cuman yang kurang berguna lebih banyak.
3. orang yang menunaikan zakat
ini mungkin maknanya orang islahm harus kaya, meski tak sepenuhnya benar namun bagaimana kita zakat kalau untuk makan saja kita masih kurang.
4. orang yang menjaga kemaluannya
diantara 3 diatas menurut saya ini yang paling berat, karena banyak orang yang jatuh karena hal ini
maka biasanya hambatan dari yang mudah kemudian yang paling susah, kalo kita asumsi dengan teori ini maka cobaan manusia yang paling berat adalah menguasai hawa nafsunya, yaitu menjaga kemluannya.
itu.
Al Mu'minuun
Al Mu'minuun
وَالَّذِينَ
هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ
4. dan orang-orang yang
menunaikan zakat,
وَالَّذِينَ
هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ
5. dan orang-orang yang
menjaga kemaluannya,
jelas sekali ayat diatas menjelaskan jika kamu mau menjadi orang yang sukses, ya cuman ini kuncinya.
al mukminun ayat 1-5
cukup lah.
Sabtu, 19 Desember 2015
SEORANG imam masjid di London biasa naik bus untuk
bepergian. Kadang-kadang ia membayar ongkosnya langsung pada sopir bus
(bukan kondektur).
Suatu kali ia membayar ongkos bus, lalu segera duduk setelah menerima kembalian dari sopir.
Setelah dia hitung, ternyata uang kembalian dari sopir ada kelebihan 20 sen. Ada niatan sang imam untuk mengembalikan sisa kembaliannya itu karena memang bukan haknya. Namun terlintas pula dalam benaknya untuk tidak mengembalikanny a, toh hanya uang receh yang tak begitu bernilai.
Umumnya orang juga tak ambil pusing dalam hal begini. Lagi pula, berapa sen pula yang didapat sang sopir karena sisa pembayaran penumpang yang tidak dikembalikan oleh kebanyakan sopir karena hanya receh, artinya sopir tidak rugi kalau ia tidak mengembalikan receh 20 sen itu.
Bus berhenti di halte pemberhentian sang imam. Tiba-tiba sang imam berhenti sejenak sebelum keluar dari bus, sembari menyerahkan uang 20 sen kepada sopir dan berkata, “Ini uang Anda, kembalian Anda ada kelebihan 20 sen yang bukan hak saya.”
Sang sopir mengambilnya dengan tersenyum dan berkata, “Bukankah Anda imam baru di kota ini? Saya sudah lama berpikir untuk mendatangi Masjid Anda demi mengenal lebih jauh tentang Islam, maka sengaja saya menguji Anda dengan kelebihan uang kembalian tersebut. Saya ingin tahu sikap Anda.”
Saat sang imam turun dari bus, kedua lututnya terasa lemas dan hampir jatuh ke tanah, hingga ia berpegangan pada tiang yang dekat dengannya dan bersandar.
Pandangannya menatap ke langit dan berkata, “Ya Allah, hampir saja saya menjual Islam hanya dengan 20 sen saja.” (al-Brithani wa amaanatul Imam, Ahmad Khalid al-Utaiby).
Maka berdakwah tak hanya dengan dalil, tapi juga dengan akhlak, agar jangan sampai orang-orang menjauh dari Islam karena perilaku kita yang justru tak sejalan dengan apa yang Islam gariskan.
Suatu kali ia membayar ongkos bus, lalu segera duduk setelah menerima kembalian dari sopir.
Setelah dia hitung, ternyata uang kembalian dari sopir ada kelebihan 20 sen. Ada niatan sang imam untuk mengembalikan sisa kembaliannya itu karena memang bukan haknya. Namun terlintas pula dalam benaknya untuk tidak mengembalikanny
Umumnya orang juga tak ambil pusing dalam hal begini. Lagi pula, berapa sen pula yang didapat sang sopir karena sisa pembayaran penumpang yang tidak dikembalikan oleh kebanyakan sopir karena hanya receh, artinya sopir tidak rugi kalau ia tidak mengembalikan receh 20 sen itu.
Bus berhenti di halte pemberhentian sang imam. Tiba-tiba sang imam berhenti sejenak sebelum keluar dari bus, sembari menyerahkan uang 20 sen kepada sopir dan berkata, “Ini uang Anda, kembalian Anda ada kelebihan 20 sen yang bukan hak saya.”
Sang sopir mengambilnya dengan tersenyum dan berkata, “Bukankah Anda imam baru di kota ini? Saya sudah lama berpikir untuk mendatangi Masjid Anda demi mengenal lebih jauh tentang Islam, maka sengaja saya menguji Anda dengan kelebihan uang kembalian tersebut. Saya ingin tahu sikap Anda.”
Saat sang imam turun dari bus, kedua lututnya terasa lemas dan hampir jatuh ke tanah, hingga ia berpegangan pada tiang yang dekat dengannya dan bersandar.
Pandangannya menatap ke langit dan berkata, “Ya Allah, hampir saja saya menjual Islam hanya dengan 20 sen saja.” (al-Brithani wa amaanatul Imam, Ahmad Khalid al-Utaiby).
Maka berdakwah tak hanya dengan dalil, tapi juga dengan akhlak, agar jangan sampai orang-orang menjauh dari Islam karena perilaku kita yang justru tak sejalan dengan apa yang Islam gariskan.
sumber: islampos.com
Kamis, 03 Desember 2015
Kaya, sederhana, miskin
Sebenarnya semua pilihan sama saja, baik kaya, sederhana maupun miskin, semuanya jelas mempunyai potensi yang sama, yaitu sama-sama bisa membuat bahagia maupun menderita. Lantas kenapa sebagian manusia begitu sulit untuk menemukan kebahagiaan sampai pusing tujuh keliling. Sebab, manusia terkadang memang lebih condong kepada ego dan lebih suka menyombongkan diri.
Akal, Nurani dan Ego
Pemahaman agama yang baik berguna untuk bahan pertimbangan akal (pengambilan keputusan), sedangkan taqwa berguna untuk membersihkan nurani (cahaya mata hati) yang mana akan melindungi akal dari pengaruh ego (keinginan pribadi manusia). taqwa itu adalah mau mengamalkan semua perbuatan baik (perintah Allah) dan mau menjauhi smeua perbuatan buruk (larangan Allah). Akal manusia membutuhkan yang namanya petunjuk (hidayah), dan petunjuk yang lurus itu adalah Al Quran dan Hadist, yang mana telah Allah karuniakan kepada para hamba-Nya.
Selasa, 01 Desember 2015
Langganan:
Postingan (Atom)



