Al quran sebagai pelita dalam kegelapan hati.
Bila hati rasa pilu di rundung pilu,
Ambilah air sembahnya lalu membaca al quran.
Jika kita tidak lagi dekat dengan Allah, berarti kita lagi dekat dengan Setan.(===============================)
Senin, 13 November 2017
Allah menurunkan Al Quran
Minggu, 05 November 2017
Bercermin
Marilah kita mencari teman yang baik hatinya,
janganlah kita mencari teman yang menyesatkan.
jangan bertemen dengan orang yang buruk tingkahnya,
nanti kau terjerat oleh tali setan yang keparat.
tapi bila iman kita tak meragukan,
dengan siapaun boleh berteman
denga penjahat pun boleh berteman
untuk mengisayfkan dia ke jalan tuhan
jangan bercerimin di air keruh
karena tak mungkin engkau dapat melihat wajahmu
janganlah kita mencari teman yang menyesatkan.
jangan bertemen dengan orang yang buruk tingkahnya,
nanti kau terjerat oleh tali setan yang keparat.
tapi bila iman kita tak meragukan,
dengan siapaun boleh berteman
denga penjahat pun boleh berteman
untuk mengisayfkan dia ke jalan tuhan
jangan bercerimin di air keruh
karena tak mungkin engkau dapat melihat wajahmu
Pedangang kaki lima
Kiat yang ada pada dirinya bukan karena judi bukan pula menipu,
tapi karena ulat dan rajin menabung,
pedangang kaki lima bermodalkan ketekukan
tak lupa beribadah,
bekerja dan berdoa demi cita-cita
berpenghasilan tak seberapa,
yakinlah, kuasa Allah mengangkat derajat, siapa saja yang beriman dan bertaqwa,
kuasa Allah,yang dikehendakinya, mohonlah kepadanya.
insyallah doamu kan terkabul
tapi karena ulat dan rajin menabung,
pedangang kaki lima bermodalkan ketekukan
tak lupa beribadah,
bekerja dan berdoa demi cita-cita
berpenghasilan tak seberapa,
yakinlah, kuasa Allah mengangkat derajat, siapa saja yang beriman dan bertaqwa,
kuasa Allah,yang dikehendakinya, mohonlah kepadanya.
insyallah doamu kan terkabul
Ada ubi ada talas
"Ada ubi ada talas"
setiap budi pasti terbalas,
dari perilaku yang kita perbuat, dati itu marilah berbuat amal perbaikan, mencapai keridoan Tuhan.
cepat atau lambat, dusah lupa atau masih ingat.
setiap budi pasti terbalas,
dari perilaku yang kita perbuat, dati itu marilah berbuat amal perbaikan, mencapai keridoan Tuhan.
cepat atau lambat, dusah lupa atau masih ingat.
Minggu, 09 Juli 2017
Arba_in An-Nawawi 1 Bab Iman, Islam dan Ikhsan
الحـديث
الثاني
HADITS
KEDUA
عَنْ
عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ
رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ
عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ
يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ
إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ
وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ
اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ
تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ
وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا
لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ :
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ
وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي
عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ
تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ:
مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ
أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ
الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ
انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ
السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ
أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .
[رواه
مسلم]
Arti hadits / ترجمة
الحديث :
Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “.
(Riwayat Muslim)
Catatan :
- Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam maknanya, karena didalamnya terdapat pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan.
- Hadits ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua makhluk Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaa’ (kepercayaan makhluk di langit/Jibril) dan Amiinul Ardh (kepercayaan makhluk di bumi/ Rasulullah)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد
من الحديث :
- Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa.
- Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orang–orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya.
- Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya untuk berkata: “Saya tidak tahu“, dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya.
- Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia.
- Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya.
- Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya sepanjang tidak ada kebutuhan.
- Didalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala.
- Didalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majlis ilmu.
Arba_in An-Nawawi 1 Bab Ikhlas
الحــديث
الأول
عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ
الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه
وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ
مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ
إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ
امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن
المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري
في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]
Arti Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Amirul
Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya
mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap
perbuatan
tergantung niatnya.
Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia
niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan
Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang
hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin
dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia
niatkan.
(Riwayat dua imam
hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin
Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al
Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang
paling shahih yang pernah dikarang) .
Catatan
:
Hadits ini merupakan
salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan
Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu.
Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan
anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Diriwayatkan
dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam
fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga
Islam.
Hadits ini ada
sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan
untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk
mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan
“Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).
Pelajaran yang
terdapat dalam Hadits / الفوائد من الحديث :
Niat merupakan
syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan
mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).
Waktu pelaksanaan
niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.
Ikhlas dan
membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih
dan ibadah.
Seorang mu’min akan
diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.
Semua perbuatan yang
bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah
maka dia akan bernilai ibadah.
Yang membedakan
antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.
Hadits di atas
menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan
hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam
hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.
Senin, 03 Juli 2017
Dalam Dunia Kerja
Saya (kita) dituntut hanya dua hal :
1. Hasil Kerja (Result)
kita baru dinamakan kerja kalau kita bisa membuat suatu result (hasil kerja) kita apa?
selama ini tidak terpenuhi maka kita dikatakan tidak bekerja sama sekali.
maka sering kita lihat orang dipecat/dikatai karena kita tidak bisa menghasilkan sesuatu.
jadi intinya adalah
What's result do you work?
2. Batas Waktu (Time Line)
bekerja untuk menghasilkan result itu selalu dan atau bahkan pasti ada batas waktunya.
so, kita harus perhatikan betul-betul kapan result itu harus diserahkan dan kapan ada jeda untuk waktu sisa untuk pribadi, dari result dan time lien yang telah dikerjakan (finish).
3. Apa sekarang saatnya?
saat kita bekerja pasti kita akan berhadapan dengan gangguan dan rintangan, dan hal yang paling umum dan paling merepotkan adalah konsentrasi.
lalu bagaimana cara memfokuskan dalam mengerjakan kerja kita.
cukup tanyakan kepada kita: "Apakah sekarang ini waktunya?"
biasanya kita bisa menjawabnya.
sekarang,besok, nanti masih jauh, atau bisa dipending.
thanks
1. Hasil Kerja (Result)
kita baru dinamakan kerja kalau kita bisa membuat suatu result (hasil kerja) kita apa?
selama ini tidak terpenuhi maka kita dikatakan tidak bekerja sama sekali.
maka sering kita lihat orang dipecat/dikatai karena kita tidak bisa menghasilkan sesuatu.
jadi intinya adalah
What's result do you work?
2. Batas Waktu (Time Line)
bekerja untuk menghasilkan result itu selalu dan atau bahkan pasti ada batas waktunya.
so, kita harus perhatikan betul-betul kapan result itu harus diserahkan dan kapan ada jeda untuk waktu sisa untuk pribadi, dari result dan time lien yang telah dikerjakan (finish).
3. Apa sekarang saatnya?
saat kita bekerja pasti kita akan berhadapan dengan gangguan dan rintangan, dan hal yang paling umum dan paling merepotkan adalah konsentrasi.
lalu bagaimana cara memfokuskan dalam mengerjakan kerja kita.
cukup tanyakan kepada kita: "Apakah sekarang ini waktunya?"
biasanya kita bisa menjawabnya.
sekarang,besok, nanti masih jauh, atau bisa dipending.
thanks
Jumat, 30 Juni 2017
Orang dilindungi allah
Orang ke enam (6) yang mendapat perlindungan allah allah adalah orang yang menjadi pensiar agama allah.
Kita tidak perlu jadi ustad atau kyai, t
Minggu, 02 April 2017
QS Al Anam (6) ayat 78
"Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, " Inilah Tuhanku, ini lebih besar. " Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, "Wahai kaumku! sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu perskutukan."
- kebanyakan kita kan seperti itu, malihat sesuatu yang besar akan silau, tapi ketika melihat ada yang lebih besar maka dia akan beralih kembali, selama itu bukan hal yang benar maka manusia akan selalu berubah-ubah.
- bukankan kita sering melihat orang : kaya, tampan, cantik, leadership, baik, buruk, tapi semua itu pasti akan ada yang lebih besar, karena alat ukurnya salah.
- kebanyakan kita kan seperti itu, malihat sesuatu yang besar akan silau, tapi ketika melihat ada yang lebih besar maka dia akan beralih kembali, selama itu bukan hal yang benar maka manusia akan selalu berubah-ubah.
- bukankan kita sering melihat orang : kaya, tampan, cantik, leadership, baik, buruk, tapi semua itu pasti akan ada yang lebih besar, karena alat ukurnya salah.
Al Quran Ar Ruum (40) ayat 41
" Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar)
- musibah itu asalnya dari ulah manusia itu sendiri, sehingga terjadilah musibah itu agar manusia mau memperbaiki diri dan kembali kepada jalan yang benar, yaitu jalan allah.
- tidak usah urut, karena al quran sangat banyak ayatnya. yang penting kamu tetep istiqomah dalam menulis dan daqwah.
- jangan bosan untk mengulang-ulang kebaikan, karena allah tidak bosan menghitungnya sampai manusia itu yang bosan sendiri.
- musibah itu asalnya dari ulah manusia itu sendiri, sehingga terjadilah musibah itu agar manusia mau memperbaiki diri dan kembali kepada jalan yang benar, yaitu jalan allah.
- tidak usah urut, karena al quran sangat banyak ayatnya. yang penting kamu tetep istiqomah dalam menulis dan daqwah.
- jangan bosan untk mengulang-ulang kebaikan, karena allah tidak bosan menghitungnya sampai manusia itu yang bosan sendiri.
Air
"Allah menciptakan semua makhluk hidup dari air dan membutuhkan air"
manusia tidak disebut manusia jika hanya mementingkan jasmani, tapi juga rohani.
keunikan air:
1. air membeku tidak tenggelam, beratnya tidak berubah.
2. air selalu mencari tempat yang rendah,
-Quraish Shihab
manusia tidak disebut manusia jika hanya mementingkan jasmani, tapi juga rohani.
keunikan air:
1. air membeku tidak tenggelam, beratnya tidak berubah.
2. air selalu mencari tempat yang rendah,
-Quraish Shihab
All of you is khalifah fil ard
Semua orang, kita semua adalah khalifah allah dimuka bumi.
maka kita dilarang merusak dan membuat kotor bumi yang diperintahkan untuk dijaga.
allahu akbar
maka kita dilarang merusak dan membuat kotor bumi yang diperintahkan untuk dijaga.
allahu akbar
Senin, 09 Januari 2017
FUNGSI AL QURAN
1.
Tidak membuat dadamu sempit
•Ayatnya :
“(Inilah) kitab (Al Quran itu)
yang diturunkan kepadamu, maka janganlah dadamu menjadi sempit karenanya, (dan dengan Kitab Al
Quran itu) supaya kamu memberi peringatan dan memberi pengajaran kepada orang-orang
yang beriman.
(Q.S. 7:2)
2.
Al Quran tidak mencelakakanmu
•Ayatnya:
“ Kami menurunkan Al
Quran atasmu bukan supaya kamu celaka. Melainkan (Kami menurunkan Al
Quran atasmu supaya kamu memberi) peringatan kepada orang-orang
yang takut(celaka dari azab Kami, dan Al
Quran benar-benar) diturunkan dari
(Allah) yang telah menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Q.S 20: 2-4)
Langganan:
Postingan (Atom)