Halaman

Selasa, 30 Juni 2015

Tentang waktu #3

Syekh Yusuf al-Qardhawi mengatakan, “Orang yang dalam satu hari tidak ada kewajiban yang dilaksanakan, tidak ada kebajikan yang diberikan, tidak ada kemuliaan yang dipertahankan dan tidak ada ilmu yang diperoleh, sesungguhnya ia telah dzalim”.

Setiap orang di antara kita mengetahui bahwa waktu berlalu dengan cepat, berapa banyak waktu yang kita habiskan sekedar untuk melakukan kegiatan rutin? Ilustrasi berikut boleh jadi bisa menjadi penjelas : umpama jatah waktu hidup kita 60 tahun.

Tidur                        = 6 : 24 x 60      = 15   tahun
Kerja                       = 8 : 24 x 60      = 20   tahun
Menuntut Ilmu          = 3 : 24 x 60      = 7.5   tahun
Olah Raga / rekreasi = 1 : 24 x 60      = 2.5   tahun
Transportasi              =3 : 24 x 60      = 7.5   tahun
Mengaji                    = 1 : 24 x 60      = 2.5 tahun
Puasa                        = 30 : 360 x 60  = 5    tahun

                                                              60  tahun 

Mengelola waktu
DR. Shalahuddin Mahmud mengatakan beberapa alasan agar kita mengelola waktu dengan baik dan benar di antaranya :

1. Untuk melaksanakan berbagai tugas dan aktifitas yang penting, sehingga tersisa waktu dan rencana bagi masa depan sekaligus ada waktu untuk rehat dan refreshing.
2. Untuk menentukan skala prioritas dan mensukseskan kegiatan yang paling penting dalam hidup.
3. Untuk memanfaatkan dan mempergunakan waktu yang terbuang sia-sia.
4. Untuk menghindari kegagalan yang kerap menyertai aktifitas kita.


Ada beberapa tips agar pengelolaan waktu berhasil dengan baik, yaitu :
1. Memeriksa ulang rencana pekerjaan harian. 

Pastikan anda terbiasa membuat perencanaan apakah itu tahunan, bulanan atau pekanan dan harian.
2. Komitmen dengan daftar pekerjaan harian. 

Berkomitmen terhadap rencana harian adalah bagian penting keberhasilan jangka panjang. Apabila ada hal krusial dan mendesak, ubahlah sedikit daftar kegiatan sesuai kondisi tetapi harus melakukan penyesuaian agar target tetap terjaga.
3. Mulailah melaksanakan tugas. 

Banyak perencanaan baik gagal dikerjakan, oleh karena pekerjaan tersebut tidak pernah dimulai pelaksanaannya. Memulai pekerjaan akan mendorong penyelesaian pekerjaan tersebut. Pekerjaan yang tidak segera dimulai tidak akan mendorong anda untuk menyelesaikannya.
4. Sikapilah dengan baik tugas-tugas yang berat,

 jika anda harus melaksanakan tugas berat, sikapilah dengan baik seperti layaknya memotong keju Swiss. Selalu ada lubang sehingga mudah di potong dan di makan.
5. Sukseskan pekerjaan anda. 

Fokuskan pada satu tugas. Kerjakan satu tugas dengan sebaik-baiknya apabila telah selesai, kerjakan tugas lain juga sebaik-baiknya.
6. Selesaikan setiap aktifitas pada waktu yang telah ditentukan.

Berkomitmen dengan waktu adalah bagian penting dari keberhasilan. Menyelesaikan suatu pekerjaan dengan kualitas baik, akan jauh lebih baik dari pada menjadi kualitas ideal tetapi tak pernah selesai.

Agar tidak merugi? 
1. Iman kepada Allah dan semua yang Allah wajibkan adalah bagian penting tugas kemanusiaan kita.
Iman bisa naik dan turun bahkan hilang, karena kekuatan iman di iringi dengan beratnya ujian. Ketika datang ujian baik yang menyenangkan atau menyakitkan iman kita tetap istiqomah bahkan menguat, maka insya Allah kita akan menjadi orang yang beruntung. Dalam al-Qur’an banyak dijelaskan ciri-ciri orang yang beriman dengan benar seperti QS. Al-Mu’minun:1-11 dan QS. Al-Anfal:2-4.
2. Amal shaleh, 

adalah amal yang sesuai dengan sunatullah. Untuk itu diperlukan ilmu dan kemampuan agar pekerjaan yang kita laksanakan selaras dengan sunatullah dan ini akan membawa keberhasilan. Untuk mencapai hal tersebut ada rambu-rambu halal dan haram, ada urutan prioritas wajib-sunnah. Ada contoh ibadah mahdah yang baku dari Rasulullah dan ada keluwesan muamalah sesuai perkembangan zaman.
3. Saling menasehati dalam kebenaran, 

manusia adalah makhluk sosial, oleh karenanya interaksi dengan sesama hamba Allah adalah bagian penting keberhasilan. Ada kewajiban da’wah, ada pula kewajiban amar ma’ruf dan nahi munkar. Ada saatnya manusia lupa dan khilaf, maka nasihat untuk melaksanakan kebenaran adalah rahmat untuk menjaga tetap dalam ridha Allah. Rasul berpesan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
4. Menetapi kesabaran. 

Dalam banyak ayat Allah memuji orang-orang yang sabar. Sabar adalah bagian penting karena kehidupan kita tidak instant, kita berproses untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, insya Allah kita berharap berada di puncak ketaqwaan dan kesabaran ketika maut datang menjemput.


sumber:"http://rezasoengkar.blogspot.com/2011/01/tidak-boleh-ada-1-detik-pun-waktu.html"  
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar