Syekh Yusuf al-Qardhawi mengatakan, “Orang
yang dalam satu hari tidak ada kewajiban yang dilaksanakan, tidak ada
kebajikan yang diberikan, tidak ada kemuliaan yang dipertahankan dan
tidak ada ilmu yang diperoleh, sesungguhnya ia telah dzalim”.
Setiap orang di antara kita mengetahui bahwa waktu berlalu dengan
cepat, berapa banyak waktu yang kita habiskan sekedar untuk melakukan
kegiatan rutin? Ilustrasi berikut boleh jadi bisa menjadi penjelas :
umpama jatah waktu hidup kita 60 tahun.
Tidur = 6 : 24 x 60 = 15 tahun
Kerja = 8 : 24 x 60 = 20 tahun
Menuntut Ilmu = 3 : 24 x 60 = 7.5 tahun
Olah Raga / rekreasi = 1 : 24 x 60 = 2.5 tahun
Transportasi =3 : 24 x 60 = 7.5 tahun
Mengaji = 1 : 24 x 60 = 2.5 tahun
Puasa = 30 : 360 x 60 = 5 tahun
60 tahun
Mengelola waktu
DR. Shalahuddin Mahmud mengatakan beberapa alasan agar kita mengelola waktu dengan baik dan benar di antaranya :
1. Untuk melaksanakan berbagai tugas dan aktifitas yang penting,
sehingga tersisa waktu dan rencana bagi masa depan sekaligus ada
waktu untuk rehat dan refreshing.
2. Untuk menentukan skala prioritas dan mensukseskan kegiatan yang paling penting dalam hidup.
3. Untuk memanfaatkan dan mempergunakan waktu yang terbuang sia-sia.
4. Untuk menghindari kegagalan yang kerap menyertai aktifitas kita.
Ada beberapa tips agar pengelolaan waktu berhasil dengan baik, yaitu :
1. Memeriksa ulang rencana pekerjaan harian.
Pastikan anda terbiasa
membuat perencanaan apakah itu tahunan, bulanan atau pekanan dan harian.
2. Komitmen dengan daftar pekerjaan harian.
Berkomitmen terhadap
rencana harian adalah bagian penting keberhasilan jangka panjang.
Apabila ada hal krusial dan mendesak, ubahlah sedikit daftar kegiatan
sesuai kondisi tetapi harus melakukan penyesuaian agar target tetap
terjaga.
3. Mulailah melaksanakan tugas.
Banyak perencanaan baik gagal
dikerjakan, oleh karena pekerjaan tersebut tidak pernah dimulai
pelaksanaannya. Memulai pekerjaan akan mendorong penyelesaian pekerjaan
tersebut. Pekerjaan yang tidak segera dimulai tidak akan mendorong
anda untuk menyelesaikannya.
4. Sikapilah dengan baik tugas-tugas yang berat,
jika anda harus
melaksanakan tugas berat, sikapilah dengan baik seperti layaknya
memotong keju Swiss. Selalu ada lubang sehingga mudah di potong dan di
makan.
5. Sukseskan pekerjaan anda.
Fokuskan pada satu tugas. Kerjakan satu
tugas dengan sebaik-baiknya apabila telah selesai, kerjakan tugas lain
juga sebaik-baiknya.
6. Selesaikan setiap aktifitas pada waktu yang telah ditentukan.
Berkomitmen dengan waktu adalah bagian penting dari keberhasilan.
Menyelesaikan suatu pekerjaan dengan kualitas baik, akan jauh lebih
baik dari pada menjadi kualitas ideal tetapi tak pernah selesai.
Agar tidak merugi?
1. Iman kepada Allah dan semua yang Allah
wajibkan adalah bagian penting tugas kemanusiaan kita.
Iman bisa naik
dan turun bahkan hilang, karena kekuatan iman di iringi dengan beratnya
ujian. Ketika datang ujian baik yang menyenangkan atau menyakitkan
iman kita tetap istiqomah bahkan menguat, maka insya Allah kita akan
menjadi orang yang beruntung. Dalam al-Qur’an banyak dijelaskan
ciri-ciri orang yang beriman dengan benar seperti QS. Al-Mu’minun:1-11
dan QS. Al-Anfal:2-4.
2. Amal shaleh,
adalah amal yang sesuai dengan sunatullah. Untuk itu
diperlukan ilmu dan kemampuan agar pekerjaan yang kita laksanakan
selaras dengan sunatullah dan ini akan membawa keberhasilan. Untuk
mencapai hal tersebut ada rambu-rambu halal dan haram, ada urutan
prioritas wajib-sunnah. Ada contoh ibadah mahdah yang baku dari
Rasulullah dan ada keluwesan muamalah sesuai perkembangan zaman.
3. Saling menasehati dalam kebenaran,
manusia adalah makhluk sosial,
oleh karenanya interaksi dengan sesama hamba Allah adalah bagian
penting keberhasilan. Ada kewajiban da’wah, ada pula kewajiban amar
ma’ruf dan nahi munkar. Ada saatnya manusia lupa dan khilaf, maka
nasihat untuk melaksanakan kebenaran adalah rahmat untuk menjaga tetap
dalam ridha Allah. Rasul berpesan sebaik-baik manusia adalah yang
bermanfaat bagi orang lain.
4. Menetapi kesabaran.
Dalam banyak ayat Allah memuji orang-orang yang
sabar. Sabar adalah bagian penting karena kehidupan kita tidak instant,
kita berproses untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, insya
Allah kita berharap berada di puncak ketaqwaan dan kesabaran ketika
maut datang menjemput.
sumber:"http://rezasoengkar.blogspot.com/2011/01/tidak-boleh-ada-1-detik-pun-waktu.html"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar