" Maka para bidadari pun mendengar bahwa suami-suami mereka telah tiba, lalu mereka mengutus wali mereka untuk membukaan pintu, ketika melihat utusan tersebut, ia tersungkur kepadanya.
Lalu berkata: "Angkatlah kepalamu!, Aku hanyalah walimu yang ditugaskan mewakili urusanmu". Lantas iapun mengikuti dan berjalan di belakangnya.
Para bidadari itu pun dikuasai ketergesa-gesaan. Mereka keluar dari kemah mutiara dan yakut, lalu memeluknya seraya berkata, "Engkau kekasihku dan aku mencintaimu. Aku keabadian yang tidak akan mati. Aku kenikmatan yang tidak pernah putus. Aku keridhaan yang ridak pernah marah. Aku akan selalu tinggal dantidak akan pernah berpindah".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar